Profil Fakultas

PROFIL SINGKAT

FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KUDUS

Term Ushuluddin diambil dari Bahasa Arab yang memiliki arti dasar agama, dan merujuk pada pada cabang ilmu ke-Islam-an yang disebut Ilmu Tauhid, Ilmu Aqidah atau Ilmu Kalam. Dalam kontek akademik, Ushuluddin merupakan salah satu fakultas yang intens mengkaji sumber dan dasar agama yang berkaitan dengan keyakinan, ibadah, muamalah dan lain sebagainya. Bertepatan pada tahun 1969 Fakultas Ushuluddin hadir sebagai salah satu wadah dalam mengkaji dasar agama yang memiliki orientasi pada kegiatan yang bersifat penelitian, pengajaran dan pengabdian untuk pengembangan keilmuan keislaman dalam rangka membangun masyarakat luas.

            Di Institut Agama Islam Negeri Kudus, Fakultas Ushuluddin merupakan Fakultas yang intens mengkaji sumber dan dasar ilmu pengetahuan keislaman baik klasik maupun kontemporer dengan pendekatan ilmu pengetahuan modern dan berbasis Ilmu Islam Terapan. Fakultas Ushuluddin menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja baik luar maupun dalam negeri, dengan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), sebagai instansi pendidikan Islam yang bercita-cita melahirkan sarjana Muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan menguasai sumber ajaran agama dengan berpikir kritis, metodologis berdasar struktur Ilmu Islam Terapan dan mampu memberikan jawaban secara konseptual dengan membuka diri dari perkembangan zaman sesuai dengan kemampuan dan keahlian.

Pada awal semester, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dibekali dengan keilmuan dasar terkait dengan ke-Islam-an, nasionalisme, metode analisis dan penguatan bahasa sebagai langkah awal untuk mengenal dinamika pemikiran dan beragama. Ketika memasuki tahun ke dua mahasiswa mendapatkan keilmuan yang sesuai dengan keahlian, sehingga mahasiswa dapat membekali dirinya ketika kembali kepada masyarakat. Meskipun demikian, mahasiswa Fakultas Ushuluddin juga dibekali dengan pelatihan yang bersifat soft skill dan kemampuan praktis yang mendukung dan menunjang kemampuan mahasiswa di luar akademik. Keputusan ini diambil sebagai jawaban dari perkembangan zaman yang maju dan membutuhkan sarjana yang multi tilen. Adapun data alumni Fakultas Ushuluddin yang telah sukses berkiprah dan berkarya di level regional, nasional dan Internasional ialah di bidang penelitian, politisi, akademisi, aktivis sosial, jurnalis, guru, direktur perusahaan, tenaga administratif dan beberapa tempat stratesi yang sesuai dengan keahliannya yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

Fakultas Ushuluddin menjadi pelopor utama dalam kajian sumber agama dan menjadi tonggak dalam mengembangkan wacana, diskursus dan paradigma keagamaan. Dalam perjalanannya Fakultas Ushuluddin mengalami perjalanan panjang, berdasarkan Edaran Menteri Agama No. 30 Th 1970 Fakultas Ushuluddin berstatus negeri dan di bawah IAIN Walisongo Semarang dengan Jurusan Aqidan dan Filsafat dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No 170 Th 1992 Ushuluddin di Kudus diganti dengan kajian Perbandingan Agama. Pada tanggal 26 November 1996 berdasarkan surat Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI Fakultas Ushuluddin berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dan Ushuluddin menjadi Jurusan Ushuluddin dengan program studi Tafsir Hadis.

Pada tahun 2013, berdasarkan PMA no. 36 tahun 2009 tentang Pembidangan Keilmuan Program Studi di PTAI dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam no. 269 tahun 2013 tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi dan Penyesuaian Nomenklatur Program Studi dari Tafsir Hadis menjadi Ilmu al-Quran dan Tafsir dan diikuti dengan terbitnya keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1177 tahun 2012 untuk melakukan pembukaan program studi Ilmu Aqidah dan mulai operasional tahun 2013/2014. Bersmaan dengan adanya Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 33 Tahun 2016 tentang Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Perguruan Tinggii Keagamaan Islam (PTKI), disusul dengan turunnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 6943 Tahun 2016 tentang Perubahan dan Penyesuaian Nomenklatur Program Studi pada PTKI, maka Prodi yang semula bernama Ilmu Aqidah ini mengalami penyesuaian nomenklaturnya menjadi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam.

Pada tahun tahun 2014, beroperasinya dua program studi di Fakultas Ushuluddin, yaitu Ilmu Hadis dan Akhlaq Tasawuf. Program Studi Ilmu Hadis awalnya adalah Program Studi Tafsir Hadis, berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1429  tahun 2012  tertanggal 31  Agustus 2012,  maka Prodi  Tafsir Hadis (TH) berubah  menjadi  Ilmu al-Qur’an dan  Tafsir (IQT)  dan Ilmu  Hadis (IH). Program studi Ilmu Hadis mulai beroperasipada tahun ajaran 2014/2015, berdasarkan ijin operasional yang diberikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam melalui Surat Keputusan nomor 1496 Tahun 2014, tanggal 14 Maret 2014. Begitu juga dengan program studi Akhlaq Tasawuf yang berdiri didasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1496 Tahun 2014, tanggal 14 Maret 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Akhlak dan Tasawuf. Namun Program Studi ini mengalami perubahan nama program studi seiring dengan dikeluarkannya PMA no. 33 tahun 2016 tentang Pembidangan Keilmuan dan Gelar Akademik Program Studi di PTAI. Program Studi Akhlak dan Tasawuf memiliki fokus pada penyiapan tenaga ahli di bidang Ilmu Tasawuf yang memiliki kemampuan mentransformasikan dan memberdayakan Ilmu Tasawuf dalam menyelesaikan masalah umat, serta memiliki kemampuan melaksanakan penelitian bidang kajian keislaman khususnya kajian tasawuf sebagaimana tertuang pada struktur kurikulum Program Studi Ilmu Tasawuf (IT). Selanjutnya jurusan mengajukan perubahan nomenklatur Program Studi dari Ilmu Tasawuf menjadi Tasawuf dan Psikoterapi berdasarkan SK No. 3750 Tahun 2017.


Lampiran Foto





Agenda Kegiatan
Video

Back to Top